≡ Menu

Sejarah Berdirinya 2 Kiblat Umat Islam

Awalnya kiblat umat Islam adalah Baitul Maqdis yang terletak di Yerusalem. Dahulu  Baitul Maqdis memang menjadi kiblat untuk sebahagian Nabi dari Bani Israil dan berlanjut pada masa Nabi Muhammad. Namun Nabi Muhammad s.a.w lebih suka solat menghadap ke kiblatnya Nabi Ibrahim a.s iaitu Kabbah. Sehingga ia sering solat di antara sudut Ka’abah sehingga Ka’bah ada di antara beliau dan Baitul Maqdis.

Al-Qiblatain yang bererti masjid dua kiblat awalnya bernama masjid Bani Salamah. Selain Masjid Quba dan Nabawi, Masjid Qiblatain termasuk salah satu dari 3 bangunan yang paling awal berdiri dalam sejarah Islam. Di masjid ini terjadi peristiwa besar yang sangat penting bagi sejarah perkembangan Islam. Yakni perpindahan arah kiblat umat Islam dari yang awalnya menghadap Baitul Maqdis berpindah menghadap ke Kabbah.

Namun hal itu tidak boleh lakukan lagi ketika Nabi Muhammad s.a.w harus hijrah ke Madinah. Selama di Madinah Nabi Muhammad s.a.w solat dengan menghadap ke Baitul Malqis sekitar enam belas atau tujuh belas bulan. Dalam kurun waktu tersebut beliau selalu berdoa agar Allah S.W.T menurunkan wahyu tentang pemindahan kiblat ke arah Ka’bah. Allah S.W.T mengabulkannya dengan menurunkan (Surat Al-baqarah: 144)

Bermaksud:

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahawa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah2]:144)

Wahyu tersebut turun ketika Nabi Muhammad s.a.w sedang melaksanakan solat di Masjid Al-Qiblatain. Tepatnya saat Nabi sedang mengerjakan solat zuhur pada pertengahan bulan Sya’ban, tahun ke-2 Hijriyah. Ia kemudian langsung memutar arah kiblat dari awlanya ke arah Baitul Malqis berpindah ke arah Baitullah. Sejak saat itu, arah kiblat umat Muslim pun berubah ke Ka’abah di Masjidil Haram, Makkah. Masjid Bani Salamah ini lantas di abadikan untuk mengenang kisah tersebut dan diganti namanya menjadi Qiblatain.

Masjid Qiblatain saat ini menjadi salah satu tempat persinggahan wajib umat muslim yang sedang wisata religi ke Madinah. Jika masuk ke dalam, Anda boleh melihat sendiri bekas tempat imam solat. Tempat imam solat yang dulu dipakai saat kiblat menghadap Baitul Maqdis berupa pasir dan tidak ada sajadah. Sebaliknya, tempat solat imam yang sekarang telah memiliki mimbar khusus lengkap dengan sajadahnya.

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 15 Sep 2017

Description. Responsibilities Responsible for Regional Market. covering South East Asian Countries Execute marketing plan and initiatives to drive the products line growth and obje...

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 16 Sep 2017

Description. A rapidly growing oil & gas MNC with office based in Kuala Lumpur, Malaysia is currently hiring for a Recruitment Manager. Please reach out to us immediately if you me...

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 16 Sep 2017

Description. Reporting to the Country Manager and Regional Human Resource Manager, the Human Resource Manager is responsible to manage the full spectrum of human resources function...

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 16 Sep 2017

Description. A consumer bank is hiring a Data Scientist for their newly established Advanced Analytics team in KL, Malaysia. You will work alongside a respected leader in the indus...

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 14 Sep 2017

Description. A global technology company is looking for a Campaign Lead (Product Marketing) to strengthen the brand's presence in Malaysia and Vietnam. Each position reports to the...

RegionUP
  |  (Unspecified city),
 - 15 Sep 2017

Description. The Position Reporting to the Finance Director, the Financial Reporting Manager will be responsible for responsible for the delivery of the management and financial re...

neuvoo job search kerja-kerja

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment