≡ Menu

Diancam Banser, Perisytiharan Anti Syiah di Cirebon Batal

Perisytiharan Anti Syiah
Cirebon – Deklarasi Anti Syiah yang rencananya akan dilakukan di Cirebon terpaksa dibatalkan. Massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendesak panitia untuk membatalkan acara tersebut, karena mereka menganggap Syiah adalah bagian dari NU.

Acara Diskusi Ilmiah Memperkuat Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dari Noda Kesesatan digelar Sabtu (04/04) di Islamic Center Masjid Raya At Taqwa, Cirebon. Sedianya di akhir acara itu akan dilakukan Deklarasi Anti Syiah oleh seluruh elemen umat Islam di Cirebon, namun akhirnya batal dilakukan.

Salah satu panitia acara diskusi ilmiah tersebut Abu Usamah, menceritakan kronologi pembatalan deklarasi anti Syiah. Masalah awal sebenarnya terkait pencantuman logo Nahdlatul Ulama (NU) dalam spanduk acara tersebut. Sebelumnya Ketua NU Cirebon Ustadz Hafidz telah menyetujui pencantuman logo dan mendukung acara tersebut.

Namun belakangan keputusan ketua NU Cirebon itu ditolak oleh kelompok massa dari GP Ansor dan Banser Cirebon. Mereka tidak setuju pencantuman logo NU dalam acara itu. “Sehari menjelang acara diskusi digelar, mereka (Banser) mendesak agar acara dibatalkan,” kata Abu Usamah kepada Kiblat.net, Sabtu (04/04).

Tak hanya mendesak panitia untuk membatalkan acara diskusi, Banser juga menekan pengelola Islamic Center Masjid Raya At Taqwa agar tidak mengizinkan acara digelar ditempat itu. Mereka juga mendesak Kapolres untuk membatalkan acara itu. Jika acara berlanjut mereka mengancam akan mengerahkan ribuan orang.

Saat hari digelarnya acara, Banser benar-benar menurunkan massanya. Ratusan orang dari gerakan kepemudaan NU itu tertahan oleh puluhan aparat yang berjaga di pintu masuk lokasi acara. Padahal tuntutan mereka agar logo NU tidak dicantumkan sudah dipenuhi. “Mereka berteriak-teriak menuntut acara dibubarkan,” ujar Abu Usamah.

“Alasannya mereka menganggap Syiah tidak sesat dan masih bagian dari NU,” imbuhnya.

Suasana di laur gedung tak mempengaruhi jalannya acara diskusi ilmiah yang digelar atas kerjasama sejumlah elemen Islam Cirebon diantaranya Muhammadiyah, Persis, MMI, Jama’ah Anshorusy Syari’ah, GAPAZ, ALMANAR, GARDAH, FPI, AL IRSYAD, DDI, dan FKAM. Menurut pantauan Kiblat.net lebih dari seribu jamaah memadati acara yang menghadirkan Prof. Muhammad Baharudin, SH, MA. dari Komite hukum MUI Pusat, pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon KH.Buya Yahya, dan Ustadz Muhammad Ridwan dari MUI Jawa Barat sebagai pembicara itu.

Agenda deklarasi anti Syiah yang sedianya dilakukan diakhir acara terpaksa dibatalkan dengan alasan keamanan. Tak sampai disitu, Banser juga mendesak agar pihak kepolisian tidak mengizinkan digelarnya acara serupa di lain waktu.

Banser merupakan gerakan kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Tindakan Banser yang membatalkan acara deklarasi anti Syiah dan menganggap Syiah tidak sesat sebenarnya justru berlawanan dengan fatwa pendiri NU KH Hasyim Asyari, yang telah memfatwakan sesatnya Syiah dengan menyebut kelompok itu sebagai Ahli Bid’ah yang tidak boleh diikuti dan dipegang perkataannya.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment