≡ Menu

Air Mata Gharqad, Si Pohon Yahudi

Air Mata Gharqad

Matahari bertasbih

Bulan bertasbih

 Hujan bertasbih
Angin bertasbih
Daun bertasbih
 Akar bertasbih
Semut bertasbih
Batu bertasbih
Amoeba bertasbih
Semesta bertasbih …
Bahkan gharqad pun bertasbih
Aku?
“Itu dia!” Tin berteriak bergema di antara tebing.
“Kejar! Tangkap! Adili! “Teriak Zaitun yang dibawa angin kepada para pengejar. Theodore semakin terdesak.
Menyerah? Tidak, ia tidak akan menyerah pada mereka. Bukankah selama ini ia selalu menang. Pandai berdalih dan pemilik seribu muslihat. Mengubah hitam menjadi putih dan sebaliknya, semudah membalikkan telapak tangan. IQ-nya setinggi langit. Tidak ada kata menyerah.
Ia tertatih menghampiriku. Mungkin Theodore memang sedang memerlukan perlindungan. Tidak tahu kesalahan apa yang telah ia perbuat. Aku membisu ketika lelaki itu bersembunyi di belakang punggungku.
***
Lelaki itu tertidur pulas. Para pengejar sudah lama pulang. Mereka gagal menemuinya.
“Dasar! Kau pelindung si Munafik! “Angin berbisik geram padaku.
“Mengapa menuduh tanpa bukti?”
“Bukti apalagi yang kau butuhkan? Sekian rumah telah ia ratakan. Ibu kehilangan anak. Perempuan menjadi janda. Beribu-ribu kanak-kanak menjadi yatim. “
– source
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment