≡ Menu

9 Langkah Menjadi Amalan Yang Istiqamah

9 Langkah Menjadi Amalan Yang Istiqamah

Adapun langkah yang dikehendaki untuk menjadi insan yang istiqomah dalam amalan adalah:

1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap redha Allah s.w.t dan kerana Allah s.w.t.

Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah s.w.t. Karena keikhlasan merupakan faktor dasar dalam bertawakal kepada Allah s.w.t. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas dalam hati.

2. Bertahap dalam beramal.

Dalam erti kata lain, ketika melakukan suatu ibadah, kita hendaknya memulakan dari sesuatu yang kecil namun bersifat rutin.

Bahkan sifat rutin ini jika dipandang ianya perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. inilah yang insya Allah akan menjadi amalan yang istiqamah.

Seperti membaca Al-Quran, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya hendaknya dimulai dari yang sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

3. Diperlukan adanya kesabaran.

Kerana untuk melakukan suatu amalan yang bersifat istiqamah dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi perasaan rajin dan kadangkala rasa malas.

Oleh kerananya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, bagi menjalankan ibadah atau amalan yang bersifat istiqamah.

4. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Allah s.w.t.

Allah berfirman dalam Al-Quran surah ali -Imran ayat 101:

”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

5. Istiqamah juga berkait erat dengan Tauhid kepada Allah s.w.t.

Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Allah s.w.t dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini.

Karena mustahil istiqamah dapat direalisasikan, bila diikuti dengan perkara kemusyrikan, meskipun hanya perkara yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.

6. Memahami hikmah atau hakikat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut.

Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah bosan dan meninggalkan ibadah tersebut. Dan tidak dapat di lakukan dengan istiqamah.

7. Istiqamah juga akan sangat membantu dengan adanya amal jama’i (kebersamaan dalam beramal).

Kerana dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan.

Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeza dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, warna atau suasana beraktiviti secara bersama memberikan sesuatu yang berbeza yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.

8. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh dalam meniti jalan hidupnya.

Meskipun berbagai cubaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka. Oleh kerana itu mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cubaan tersebut.

9. Memperbanyak berdoa kepada Allah s.w.t, agar kita diberi anugerah dengan sifat istiqamah.

Meskipun kita berusaha, namun jika Allah s.w.t tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak akan mampu membuahkan sikap Istiqamah tersebut.

Sifat Istiqamah tersebut juga memiliki beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh sifat-sifat lain dalam Islam. Di antara keutamaan istiqamah adalah :

1. Istiqamah merupakan jalan mudah menuju ke surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.( Surah Fussilat ayat 30).

2. Berdasarkan ayat di atas, istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan motivasi dan pertolongan Allah s.w.t kepada hambanya.

3. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah s.w.t.

Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya: istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit”. (HR. Bukhari)

4. Berdasarkan hadits di atas, kita juga diperintahkan untuk senantiasa beristiqamah. Ini artinya bahwa Istiqamah merupakan pengamalan dari sunnah Rasulullah s.a.w.

5. Istiqamah merupakan ciri mendasar orang mukmin.

Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Tsauban ra, Rasulullah SAW. bersabda:
“‘istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu” (HR. Ibnu Majah).

Incoming search terms:

amalan istiqomah,amalan istikomah,istiqomah merupakan amalan yang paling dicintai oleh
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment